Mengenal Penyakit Kista Bartholin

 #Kista Bartholin adalah terjadinya benjolan yang berisi cairan akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin. Bentuk Kista Bartholin biasanya berukuran kecil dan tidak terasa sakit. Akan tetapi, jika cairan di dalamnya terinfeksi, maka akan terjadi penumpukan nanah.




Bartholin sendiri adalah kantong kelenjar yang ada di kedua sisi bibir vagina. Kelenjar ini memiliki ukuran sangat kecil sehingga tidak mudah terpantau oleh tangan atau mata. Kelenjar Bartholin bertugas mengeluarkan cairan pelumas saat berhubungan seksual.

Penyebab Kista Bartholin

Penyebab pasti dari tersumbatnya saluran kelenjar Bartholin belum diketahui. Namun, pada kondisi tertentu, seperti luka yang terjadi karena cedera ataupun bekas operasi memiliki risiko terjadi penyumbatan di kelenjar Bartholin.

Ini dapat terjadi pada semua kelompok usia. Tetapi, hal ini lebih banyak terjadi saat wanita menginjak usia 20–30 tahun yang aktif secara seksual. Sedangkan wanita yang sdh menopause Kista ini jarang terjadi, karena kelenjar Bartholin telah menyusut.


Gejala Kista Bartholin

Untuk gejalanya Kista Bartholin ini jarang menimbulkan gejala pada masa awal. Gejala baru akan terasa jika sudah parah atau ukuran kistanya telah membesar.

Terkadang ada gejala yg muncul tetapi sering diabaikan, misalnya:

-Adanya benjolan namun tidak terasa sakit biasanya ad disatu sisi vagina saja

-Iritasi dan bengkak terjadi di sisi bibir vagina

-Timbul Rasa tak nyaman saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual


Jika sdh parah dan terjadi penumpikan nanah akan muncul beberapa gejala lain, yaitu:

-Benjolan terasa nyeri dan lunak

-Vagina terlihat membengkak

-Keluar nanah pada benjolan

-Demam


Pengobatan Kista Bartholin

Tergantung ukurannya, Kista kecil yang tidak menimbulkan gejala dan rasa sakit biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Sedangkan, jika sudah terjadi penumpukan nanah dan menimbulkan gejala harus ada penanganan. Dibawah ini beberapa cara penanganan yg dapat dilakukan:

1. Berendam di air hangat

Saat pertama kali melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk duduk berendam di dalam air hangat yang hanya setinggi panggul, ini dilakukan untuk selama beberapa hari dan dapat dilakukan dirumah. Hal ini efektif untuk meredakan nyeri pada organ intim.

2. Obat-obatan

Biasanya dokter akan memberikan obat seperti antibiotik dan pereda nyeri, agar bisa menghilangkan rasa sakit dan nyeri yg dtg juga untuk mencegah penumpukan nanah.

3. Operasi insisi dan Marsupialisasi kista

Operasi ini dilakukan dengan melakukan sayatan kecil pada kista agar cairan nanah di dalamnya dapat keluar. kemudian dokter akan menjahit ujung kista pada kulit disekitarnya agar kista terbuka permanen.

4.Pengangkatan kelenjar Bartholin

Sebagai upaya terakhir jika operasi diatas tidak berhasil. Operasi dilakukan dengan tujuan mengangkat seluruh kelenjar Bartholin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ciri Sakit Jantung yang Harus Diwaspadai